Kamis, 12 Januari 2012

Tampilkan Formasi Tanpa Quintieri


Pelatih Edy Paryono tidak akan menurunkan Simone Quintieri, saat PSIS menjamu PSIR Rembang di Stadion Jatidiri, Sabtu (14/1) besok. Pasalnya, dua hari jelang pertandingan, striker asal Italia itu belum juga mengikuti latihan.

Edy Paryono tidak ingin berspekulasi dengan menurunkan pemain yang belum siap. Dengan absen latihan, secara otomatis kondisi fisik menurun. Tak hanya itu, kerja sama antarpemain yang sebenarnya diasah melalui latihan-latihan rutin, juga akan terganggu.
Menghadapi Laskar Dampo Awang, pelatih lebih memilih menyiapkan penyerang lain. Seperti Vitor Borges yang mencetak goa gol saat menjamu Persik Kediri, beberapa waktu lalu. Kemudian sejumlah pemain lokal, di antaranya Engkus Kuswaha, Khusnul Yakin, dan Muhammad Yusuf.
”Tentu kondisi ini tidak menguntungkan, namun tidak akan berpengaruh besar. Kami sudah menyiapkan formasi tanpa Quintieri. Sejumlah striker lokal akan disiapkan mendampingi Vitor,” kata Edy Paryono usai latihan di Lapangan Terang Bangsa, kemarin.
Dengan absennya Quintieri, tim kebanggaan warga Kota Semarang hanya akan memaksimalkan dua ekspatriat, yakni Vitor dan Han Ji-jo. Meski demikian, kondisi itu bukan menjadi masalah besar bagi PSIS.
Pasalnya, format tersebut sudah teruji dengan menekuk Persik Kediri 3-0 di laga pertama.
Saat itu, Quintieri belum bisa diturunkan karena perizinan dari PSSI belum turun. Untuk mengisi lini depan, Edy Paryono menempatkan Vitor sebagai goal getter. Hasilnya tidak mengecewakan, striker asal Brasil memborong dua dari tiga gol yang tercipta.
Pemain Muda
Meski belum menyebutkan secara detail siapa-siapa yang akan diturunkan, diperkirakan PSIS kembali tidak akan diperkuat sejumlah pemain muda. Tim yang ber-home base di Stadion Jatidiri tak ingin mengambil risiko, mengingat posisi di klasemen sementara belum aman.
Edy Paryono mengatakan, pertandingan pertama hingga ketiga merupakan laga krusial. Tidak boleh terjadi sedikit kesalahan yang bisa menyebabkan penampilan kurang maksimal. Karena itu pemain-pemain dengan jam terbang tinggi menjadi prioritas untuk diturunkan.
”Mereka (pemain muda-red) adalah pemain potensial. Masih banyak waktu untuk lebih mengembangkan kemampuan. Mereka akan diturunkan dalam pertandingan-pertandingan yang tidak krusial. Atau saat PSIS sudah dalam posisi aman untuk promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia,” terangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar